Salam Hangat Untuk Pembaca
Pembaca yang budiman,sesuai dengan topik blog ini ijinkan saya untuk menulis tentang pengalaman spiritual yang saya alami. Demikian pula yang dialami oleh teman dan keluarga saya. Ada dua pilihan;percaya dan tidak percaya itu terserah anda.
Saya dibesarkan dalam keluarga paranormal istilah Bali-nya balian . Sejak kecil saya kerap melihat paman-paman saya melakukan praktek penyembuhan penyakit terhadap pasien-pasiennya.. Saya sering pula mendengar percakapan mereka tentang hal-hal gaib,benda-benda gaib,tempat-tempat gaib atau keramat,hari-hari keramat dan cerita-cerita tentang tehnik pengobatan dan bahan-bahan obat.
Pikiran saya dibentuk oleh hal-hal semacam itu sehingga saya sering mencari pembuktian tentang cerita-cerita mereka. Misalnya tentang umbi baneh/sikapa/gadung bersinar pada malam hari (sejenis tanaman ubi-ubian hutan yang bisa dimakan akan tetapi akan beracun bila salah mengolahnya).
Saya suka ketempat-tempat yang jarang dilalui orang misalnya sungai,perbukitan untuk sekedar berharaf sekiranya beruntung dapat melihat benda-benda gaib seperti itu. Yang paling sering saya dengar adalah cerita tentang "besi kuning" yang punya khasiat untuk kekebalan/perisai diri (anti peluru dan sajam) konon bila kita beruntung,kita dapat menemukan besi kuning diantara juring-juring rumah lebah atau tawon yang bersarang di dalam tanah,atau bila ada tawon yang bersarang di atas pohon besar dengan diameter rumahnya kurang lebih 1 meter.
Ada juga disebutkan "belalang emas," hem,sebentar ya,belalang itu serangga atau mahluk hidup sedangkan emas adalah logam mulia,apa maksudnya ya? Mungkin maksudnya belalang yang berwarna kuning keemasan. Kemudian ada "sampian emas" khasiatnya pembawa rejeki,kules dongkang (kodok racun ganti kulit baru,) katanya kules dongkang ini berkhasiat agar bisa menghilang. Belut putih khasiatnya juga bisa menghilang,jaring sutra yaitu bila Kajeng Kliwon (hari kramat Hindu Bali) menemukan burung terperangkap dalam jaring laba-laba itu burung beserta jaring laba-laba beserta laba-labanya digoreng langsung hari itu dijadikan minyak,khasiatnya sebagai lengis colek untuk memikat lawan jenis. Lawan jenis yang diincar akan bertekuk lutut secara ajaib. Saya juga mendengar tentang batu-batu bertuah (tidak harus batu permata) karena batu-batu tersebut ada penunggunya.
Seiring waktu lambat laun kepercayaan saya akan benda-benda semacam itu semakin menipis karena tiada pernah menemukan dan tidak terbukti. Dan saat menginjak remaja saya menjadi tidak percaya sama sekali terhadap hal-hal semacam itu.
Cerita akan benda-benda semacam itu sungguh menyesatkan. Saya jadi sangat apatis akan cerita dan orang yang mempunyai kekuatan supranatural (bisa melihat alam lain),saya pikir itu mengada-ada.
Saya akhirnya kembali percaya bahwa manusia sesungguhnya tidaklah sendirian hidup di Bumi ini tentu saja selain hewan dan tumbuh-tumbuhan. Bahwa ada bentuk kehidupan lain di Bumi mungkin para orang tua kita dulu (leluhur kita) sudah menyadarinya.
Dalam keyakinan kami disebutkan ada alam paling atas: tempat dimana Tuhan bersemayam,ada alam atas alam Para Dewa ada alam tengah alam Roh ada alam Manusia dan alam bawah Para Bhutakala (astral).
Alam manusia dan alam astral berada di bumi hanya saja dimensinya yang berbeda.
Pada saat-saat tertentu dua dimensi itu saling bersentuhan hingga tampa disadari manusia bisa masuk atau berada di alam astral untuk beberapa saat sehingga dia dapat melihat alam astral,atau mahluk astral yang tampa sengaja terjebak di alam manusia sehingga mereka dapat terlihat.
Menurut kepercayaan yang diwariskan oleh para orang tua ada waktu-waktu tertentu yang mana antara dunia manusia dan dunia astral saling bersentuhan yaitu :tengah hari,tengah malam,pergantian antara siang ke malam dan pergantian dari malam ke siang. Tempat-tempat yang dianggap berpotensi adanya sentuhan yaitu: persimpangan jalan,sungai/lembah, pasar,rumah sakit,lapangan,gedung-gedung (bisa di tempat sepi atau rame) dan sebagainya.
Kenapa manusia tidak dapat melihat dimensi mereka? karena alat optik (visual) kita terbatas audio kita (telinga kita juga terbatas) jangankan mahluk astral kuman kecilpun tidak bisa kita lihat. prekuesi suara yang kita dengar pun terbatas misalnya kita tidak dapat mendengar suara prekuensi tinggi eperti yang bisa dilakukan oleh kelelawar ataupun kita tidak bisa mendengar suara prekuensi rendah seperti Paus penyanyi.
Saya dibesarkan dalam keluarga paranormal istilah Bali-nya balian . Sejak kecil saya kerap melihat paman-paman saya melakukan praktek penyembuhan penyakit terhadap pasien-pasiennya.. Saya sering pula mendengar percakapan mereka tentang hal-hal gaib,benda-benda gaib,tempat-tempat gaib atau keramat,hari-hari keramat dan cerita-cerita tentang tehnik pengobatan dan bahan-bahan obat.
Pikiran saya dibentuk oleh hal-hal semacam itu sehingga saya sering mencari pembuktian tentang cerita-cerita mereka. Misalnya tentang umbi baneh/sikapa/gadung bersinar pada malam hari (sejenis tanaman ubi-ubian hutan yang bisa dimakan akan tetapi akan beracun bila salah mengolahnya).
Saya suka ketempat-tempat yang jarang dilalui orang misalnya sungai,perbukitan untuk sekedar berharaf sekiranya beruntung dapat melihat benda-benda gaib seperti itu. Yang paling sering saya dengar adalah cerita tentang "besi kuning" yang punya khasiat untuk kekebalan/perisai diri (anti peluru dan sajam) konon bila kita beruntung,kita dapat menemukan besi kuning diantara juring-juring rumah lebah atau tawon yang bersarang di dalam tanah,atau bila ada tawon yang bersarang di atas pohon besar dengan diameter rumahnya kurang lebih 1 meter.
Ada juga disebutkan "belalang emas," hem,sebentar ya,belalang itu serangga atau mahluk hidup sedangkan emas adalah logam mulia,apa maksudnya ya? Mungkin maksudnya belalang yang berwarna kuning keemasan. Kemudian ada "sampian emas" khasiatnya pembawa rejeki,kules dongkang (kodok racun ganti kulit baru,) katanya kules dongkang ini berkhasiat agar bisa menghilang. Belut putih khasiatnya juga bisa menghilang,jaring sutra yaitu bila Kajeng Kliwon (hari kramat Hindu Bali) menemukan burung terperangkap dalam jaring laba-laba itu burung beserta jaring laba-laba beserta laba-labanya digoreng langsung hari itu dijadikan minyak,khasiatnya sebagai lengis colek untuk memikat lawan jenis. Lawan jenis yang diincar akan bertekuk lutut secara ajaib. Saya juga mendengar tentang batu-batu bertuah (tidak harus batu permata) karena batu-batu tersebut ada penunggunya.
Seiring waktu lambat laun kepercayaan saya akan benda-benda semacam itu semakin menipis karena tiada pernah menemukan dan tidak terbukti. Dan saat menginjak remaja saya menjadi tidak percaya sama sekali terhadap hal-hal semacam itu.
Cerita akan benda-benda semacam itu sungguh menyesatkan. Saya jadi sangat apatis akan cerita dan orang yang mempunyai kekuatan supranatural (bisa melihat alam lain),saya pikir itu mengada-ada.
Walaupun demikian sebenarnya banyak yang terjadi dalam hidup saya tampa saya sadari.Tetapi dalam bentuk lain,banyak kejadian-kejadian yang terlihat biasa tapi sesungguhnya penuh misteri itupun setelah lama berlalu (bertahun-tahun) baru saya menyadarinya. Semakin banyak hal yang terjadi apalagi ditambah cerita pengalaman dari orang-orang disekitar saya yang dapat dipercaya akhirnya mengubah cara pandang saya tentang hal tersebut.
Saya akhirnya kembali percaya bahwa manusia sesungguhnya tidaklah sendirian hidup di Bumi ini tentu saja selain hewan dan tumbuh-tumbuhan. Bahwa ada bentuk kehidupan lain di Bumi mungkin para orang tua kita dulu (leluhur kita) sudah menyadarinya.
Dalam keyakinan kami disebutkan ada alam paling atas: tempat dimana Tuhan bersemayam,ada alam atas alam Para Dewa ada alam tengah alam Roh ada alam Manusia dan alam bawah Para Bhutakala (astral).
Alam manusia dan alam astral berada di bumi hanya saja dimensinya yang berbeda.
Pada saat-saat tertentu dua dimensi itu saling bersentuhan hingga tampa disadari manusia bisa masuk atau berada di alam astral untuk beberapa saat sehingga dia dapat melihat alam astral,atau mahluk astral yang tampa sengaja terjebak di alam manusia sehingga mereka dapat terlihat.
Menurut kepercayaan yang diwariskan oleh para orang tua ada waktu-waktu tertentu yang mana antara dunia manusia dan dunia astral saling bersentuhan yaitu :tengah hari,tengah malam,pergantian antara siang ke malam dan pergantian dari malam ke siang. Tempat-tempat yang dianggap berpotensi adanya sentuhan yaitu: persimpangan jalan,sungai/lembah, pasar,rumah sakit,lapangan,gedung-gedung (bisa di tempat sepi atau rame) dan sebagainya.
Kenapa manusia tidak dapat melihat dimensi mereka? karena alat optik (visual) kita terbatas audio kita (telinga kita juga terbatas) jangankan mahluk astral kuman kecilpun tidak bisa kita lihat. prekuesi suara yang kita dengar pun terbatas misalnya kita tidak dapat mendengar suara prekuensi tinggi eperti yang bisa dilakukan oleh kelelawar ataupun kita tidak bisa mendengar suara prekuensi rendah seperti Paus penyanyi.
Itulah dasar pertimbangan dan yang melatari topik yang akan saya angkat dalm postingan selanjutnya.
Perlu dimaklumi ada beberapa peristiwa dan tempat yang saya samarkan dengan pertimbangan tertentu dan juga atas permintaan narasumber untuk menjaga privasinya.
Perlu dimaklumi ada beberapa peristiwa dan tempat yang saya samarkan dengan pertimbangan tertentu dan juga atas permintaan narasumber untuk menjaga privasinya.
Sebagai insan yang lemah dan fana ini saya mohon maaf jika dalam penyajian postingan saya banyak kekurangannya. Akhir kata saya ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya sudah sudi membaca postingan saya. Sukses Selalu!.
Komentar
Posting Komentar