Pria Misterius di Dapur Restoran

Namanya Ni Wayan,ia adalah karyawan yang paling senior di restoran ini. Posisinya sebagai tukang masak, yang secara tidak langsung ia menjadi panutan bagi lebih dari sepuluh juniornya. Restoran yang lumayan berkelas ini berlokasi di kawasan wisata di Bali Selatan. Menunya adalah  masakan seafood dan chinesefood juga melayani catring bagi karyawan hotel di kawasan tersebut.

Sejak matahari terbit hingga matahari terbenam tugas Ni Wayan tergolong rumit, mulai dari menyiapkan bahan makanan,menyiapkan bumbu hingga proses memasaknya ia lakukan dengan penuh keiklasan karena  itu adalah rutinitasnya sehari-hari.

Bagi Ni Wayan dapur adalah medan perang baginya,dimana bahan makanan yang berkualitas,bumbu yang pas dan pengolahan atau cara memasak yang benar adalah senjatanya. Sedangkan pelangan adalah musuhnya yang harus ditaklukan dengan cita rasa masakan yang menggugah selera.

Jadi setiap hari dan sepanjang hari hanya masak dan masak itu saja, tidak ada yang istimewa tentang  Ni Wayan sampai sesuatu yang ganjil tampa ia sadari terjadi.

Semua bermula dari kedatangan keponakan pacar Ni Wayan, dia kebetulan sedang kuliah di Denpasar. Karena sedang libur,keponakan pacar Ni Wayan iseng mengunjungi…hem,keponakan pacar Ni Wayan memanggil Ni Wayan “tante” masuk akal bukan karena Ni Wayan pacar dari “um”nya maka Ni Wayan dipanggilnya tante. Jadi begini seorang ponakan  hendak mengunjungi tantenya yaitu Ni Wayan. Karena ponakan ini kerabat pegawai yang bekerja di dapur maka dia diperbolehkan langsung menuju ke dapur untuk menemui Ni Wayan.

Saat hendak  ke dapur yang terletak di lantai atas keponakannya itu saya sebut saja namanya John (bukan nama sebenarnya),  melihat seorang pria muda sedang duduk di tangga. Tidak ada sapaan kala itu dan ia pun berlalu begitu saja menemui tantenya. Dapur restoran yang sibuk terhenti sejenak ketika Ni Wayan memperkenalkan keponakan “ ketemu gedenya” tersebut. Para juru masak yang kesemuanya perempuan bergantian menjabat tangan Si John.

Beberapa waktu kemudian John kembali mengunjungi tantenya,mungkin ada sesuatu hal yang hendak disampaikan. Dia langsung menemui tantenya di dapur restoran. Seperti biasa aktivitas di dapur sangat sibuk,para juru masak hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya ketika melihat John datang. Sementara Ni Wayan menyambut kedatangan John dengan suka cita. Obrolan pun berlangsung  cair, tapi saat itu Si John mencium bau sesuatu yang khas seperti saat berpapasan dengan remaja yang duduk di tangga beberapa waktu lalu. Matanya mencari-cari dan benar saja ia melihat remaja yang sama seperti yang dilihatnya di tangga dulu berada di dapur,berdiri di dekat jendela. Pria muda itu sepertinya memperhatikan percakapan tante dan keponakan tersebut.

Pertemuan kali ini cukup singkat karena John tidak ingin membuang jam kerja tantenya  terlalu lama, malu sama bos pemilik restoran. Lagian Si John Cuma ingin menyampaikan pesan dari umnya untuk  Ni Wayan. Mereka kemudian berpisah setelah beberapa menit pertemuan itu berlangsung.

Entah berapa lama John tidak mengunjungi tantenya lagi,mungkin tidak ada sesuatu yang hendak dismpaikan atau entah Si John sedang sibuk dengan urusan kuliahnya. Maklum Si John berasal dari daerah Indonesia bagian Timur,jauh kan? Jadi kuliahnya harus serius, jika tidak ingin pulang nanti tidak membawa ijazah.

Setelah lewat dua bulan akhirnya Si John dapat kesempatan untuk mengunjungi tantenya. Mungkin ada sesuatu  yang penting untuk disampaikan.  Si Jhon menelpon tantenya terlebih dahulu bahwa dia akan datang.

Hari belumlah sore, Si Jhon menaiki tangga dapur restoran. Sampai di pintu masuk restoran dia mencium bau yang sama sekali tidak asing lagi baginya,bau yang khas. Kakinya melangkah memasuki dapur sementara matanya menyapu kesekeliling ruangan, mencari si empunya bau tersebut.

Dan ia melihat pria muda misterius itu berdiri sangat dekat sekali dengan tantenya itu. Tantenya datang menyambutnya dengan senyuman dan sapaan akrab. Merekapun terlibat dalam obrolan yang hangat.

Seperti biasanya SI John mesti buru-buru pamitan sebab dia merasa tidak enak mengganggu pekerjaan tantenya. Setelah basa-basi sebentar iapun mohon diri.

Pada suatu hari Si John menelpon Tantenya untuk menanyakan kapan Tantenya dapat libur,sebab ia ingin bertemu di tempat yang berbeda sehingga dia bisa leluasa ngobrol dengan Tantenya. Karena ia ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting. Akhirnya Tantenya menyanggupi keinginan Si John untuk bertemu di kosan Tantenya.

Sesuai dengan hari yang disepakati bersama maka merekapun  bertemu di tempat kos  Ni Wayan.  “Ada apa,kok tampaknya gawat? “ tanya Ni wayan sambil tersenyum memandang John,setelah mereka duduk berdua di teras kamar kos Ni Wayan. “Silahkan dicobain kuenya! ini buatan sendiri kok.” Kata Ni Wayan lagi sambil menyodorkan sepiring kue kering kepada John. John mengambil sepotong kue itu lalu menggigitnya dan mengunyahnya perlahan. Dia biarkan kue itu terkunyah habis dimulutnya lalu iya menyeruput teh manis buatan Ni Wayan.

“Begini tan,sudah tiga kali saya mengunjungi tante di tempat kerja tante,sudah tiga kali pula saya melihat hal yang aneh di tempat tersebut,” kata John mengawali ucapannya. “Maksud kamu aneh gemana sih?” tanya Ni Wayan cuwek sementara matanya tertumbuk pada kue di piring  lalu mengambilnya sepotong. “Saya serius tan, dan ini sangat penting.” Kata  John menaikkan nada suaranya. Ni Wayan menoleh dan mengurungkan niatnya beberapa saat untuk menggigit kue tersebut. “Oke,kamu mau bilang apa? katakan saja!” kata Ni Wayan kali ini menunjukan wajah yang lebih serius. John nampak menarik nafas dalam-dalam seakan sedang mengumpulkan tenaga untuk menyampaikan sesuatu yang bagi dia amat penting. Ni Wayan memperhatikan tingkah John,pikiran konyolnya muncul seketika,jangan-jangan ini bocah hendak nembak gue lagi,kata Ni Wayan dalam hatinya. Wah kalau demikian pasti ini akan sangat menggelikan jadi kisah cinta segitiga  dong,hi.. hi.. hi...

“Begini tan,apakah tante tidak melihat atau merasakan keanehan di tempat kerja tante?” Tanya John membuyarkan lamunan Ni Wayan. “Tidak tuh,”sahut Ni wayan menggeleng-gelengkan kepalanya.  “Sejak pertama tante di sana sama sekali tidak pernah merasakan keanehan,semuanya biasa-biasa saja,kok.” Lanjut Ni Wayan.  “ Siapa pria itu tan? tanya John  ingin tahu.  “hah…pria?” Tantenya melongo untuk beberapa saat sembari berujar,”pria apa? kemana arah bicaramu,tante nga ngerti!” John sadar bahwa dia telah membuat tantenya kebingungan,diapun menyadari apa yang ia lihat belum tentu dapat dilihat oleh orang lain, demikian juga dengan pria muda yang dilihatnya itu. Memang sejak kecil dia mempunyai bakat langka seperti itu,dan dia sering mengalaminya. Lalu ia bertanya lagi,“baiklah,jadi tante tidak melihat pria itu?” John menatap tantenya lekat.  “ Pria yang mana?” tanya Ni wayan masih belum mengerti dengan maksud ucapan John. “Pria yang saya lihat di dapur kemarin ?” kata John dengan nada bertanya tapi kali ini lebih santai. Ni Wayan semakin kebingungan sebab dia tahu bahwa semu staf di dapur adalah perempuan. Dan sepanjang dia bekerja di tempat tersebut tidak pernah ada satu cowokpun  yang masuk ke dapur. Pun ketika john menemuinya dia tidak melihat pria lain selain John.

Akhirnya John menceritakan tentang apa yang dia lihat,tentang pria misterius di dapur restoran yang selalu dia jumpai di setiap kedatangannya di tempat itu. Tentang keadaan pria muda itu yang memakai kaos dan jeans sobek-sobek penuh luka dan darah.

Si John juga mengatakan bahwa sepertinya pria yang kondisinya naas itu habis kecelakaan. Kemudian john mengatakan kepada Ni Wayan bahwa sepertinya pria tersebut masih kerabat dekat  Ni Wayan karena ia dapat merasakan hal itu. Dan dia bilang mungkin saja pria tersebut sering mengunjungi Ni Wayan tampa sepengetahuan Ni Wayan. Kata Si John Ni Wayan harus melakukan sesuatu sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di tempat itu.

Ni Wayan mencoba memahami ucapan John lebih dalam dan berusaha mengingat-ngingat tentang pria seperti yang diceritakan oleh John. Kemudian dia teringat akan keponakan dekatnya yang kecelakaan beberapa waktu lalu. Kemudian Ni Wayan membenarkan ucapan John bahwa memang ada ponakannya yang dapat musibah karena kecelakaan. Kemudian dia bertanya pula pada John tentang ciri-ciri pisik dan perkiraan usia remaja tersebut. Dan apa yang disampaikan John ternyata sama persis dengan ciri-ciri pisik almarhum keponakannya. Jadi yang sering dilihat John itu adalah roh keponakannya?

Beberapa hari kemudian Ni Wayan pulang kampung untuk menyampaikan apa yang di lihat oleh John kepada keluarganya di kampung. Kebetulan dia libur tiga hari,jadi dia dapat waktu lebih lama di kampung halamannya. Ni Wayan menceritakan tentang pengalamannya Si John kepada ortu dan saudara-saudaranya,akhirnya mereka menyarankan agar Ni Wayan menceritakan hal itu kepada bibi dan pamannya.

Akhirnya Ni Wayan menceritakannya kepada paman dan bibinya. Paman dan bibinya terkejut dan sedih,mereka merasa bersalah karena selam ini mereka kadang-kadang lupa untuk mesoda (memberikan suguhan berupa makanan dan minuman kepada roh orang yang sudah meninggal) juga belum mampu untuk mengupacarai almarhum anknya dan pada saat itu juga mereka berjanji akan selalu ingat untuk mendoakan daan mesoda  kepada almarhum. Serta berjanji jika sudah memungkinkan akan mengupacarainya,sehinggga rohnya tidak terlalu lama bergentayangan di alam manusia.

Sebelum Ni Wayan kembali ke tempat kerjanya di Denpasar, dia sempat menceritakan hal tersebut kepada istri saya, kebetulan saya ada di sana sehingga saya dapat mendengar langsung cerita Ni Wayan. Ni Wayan adalah ipar saya, kami memang sengaja menemuinya ke rumah mertua begitu tahu dia pulang kampung. Tujuannya tak lain untuk saling mempererat ikatan kekeluargaan.  Akhirnya kisah ini saya angkat di blog ini.

Pembaca yang budiman, kira-kira apa hikmah yang dapat kita petik dari pengalaman ipar saya di atas? Ada yang bisa membantu ? Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini!

Ok,Salam sehat bahagia selalu dalam lindungan Tuhan.

Komentar

Postingan Populer