Teror Bererong Hati-hati Membawa Uang
Belakangan ini di desa saya dihebohkan oleh berita-berita kehilangan uang. Berita itu ramai diperbincangkan oleh masyarakat di desa setempat bahkan sampai ke berbagai desa sebelah. Hampir setiap saat ada saja orang yang mengaku kehilangan uang . Sehingga orang yang punya banyak uang menjadi was-was takut nanti uangnya juga ikut hilang.
Anehnya walaupun sering kali atau banyak warga yang kehilangan
uang tetapi sampai saat ini mereka belum tahu siapapakah gerangan pelakunya.
Salah satu teman saya yang juga kehilangan uang,pada suatu kesempatan bercerita
kepada saya bahwa pernah suatu hari ia hendak membayar cicilan kepada seorang
rentenir, uang yang ia pegang dalam keadaan sudah genap jumlahnya karena sudah
dihitung berulang kali namun pas ketika orang yang dibayari menghitung uangnya kembali
, ternyata uang tersebut kurang tiga
ratus ribu rupiah. Padahal sebelumnya uang tersebut tadi sudah dihitung
berulang kali di depan rentenir itu dan disaksikan oleh istrinya. Teman saya tentu
saja menjadi sangat bingung dan keki dibuatnya.
Pada kesempatan yang berbeda ada juga teman saya yang lain
bercerita kepada saya bahwa pada suatu hari ketika hendak membayar dagangan
kepada distributor uang yang dia
bayarkan hilang secara tiba-tiba. Ketika itu uang yang sudah dia hitung di depan sales distributor
itu diserahkan atau ditaruh di atas meja di depan seles tersebut,akan tetapi
setelah sales itu menghitungnya ternyata kurang lagi dua ratus ribu rupiah. Kemudian
sales itu menghitungnya kembali tetap saja kurang lagi dua ratus ribu rupiah.
Teman saya jadi melongo kok bisa kurang, padahal tadi sudah pas?
Berbeda halnya dengan yang lain, teman saya yang satu
ini bercerita kalau dia juga kehilangan uang,tapi tidak tanggung-tanggung, dia
kehilangan uang sampai 16 juta. Uang itu merupakan hasil penjualan 5 ekor ternak
babinya. Menurutnya dia menaruh uang tersebut di tempat yang rahasia di dalam
kamarnya, tapi kok masih bisa hilang juga? Wah, itu sih memang diambil eleh maling
beneran,sebab tidak pakai kira-kira disikat habis,ya kan pembaca? Tapi teman
saya yang kehilangan tersebut beranggapan kecil kemungkinannya itu diambil oleh
orang lain, sebab tidak ada seorangpun yang tau tempat dia menyimpan uang
tersebut. Sedangkan dia hanya tinggal bersama seorang ibu,istri dan tiga orang
anaknya yang masih kecil-kecil,mereka juga tidak mungkin mengambilnya. Lalu
siapa dong yang mengambilnya?
Ada banyak lagi cerita tentang warga yang kehilangan
uang,tidak banyak sih cuma duaratus atau seratus ribuan saja. Memang kecil
jumlahnya tetapi bila sering kehilangan tentu saja membuat mereka kesal dan panas hati. Bila direnungkan, kok
malingnya hanya mengambil sebagian kecil dari uang mereka? Kenapa tidak ambil saja semua sekalian seperti
kasus teman saya yang kehilangan 16 juta
tersebut? Karena itu banyak spekulasi yang berkembang,banyak orang yang
menafsirkan kalo malingnya bukanlah manusia,akan tetapi sebangsa mahluk gaib
suruhan orang yang ingin cepet menjadi kaya . Mahluk gaib tersebut mereka
menyebutnya bererong. Hem,kayak di film saja yah,pembaca!
Kalau di Pulau Jawa mahluk gaib suruhan yang suka mencuri
disebut tuyul yang berwujud anak kecil juga ada babi ngepet yang berwujud babi
jadi-jadian,kalau di Bali disebut Bererong.
Apa sih itu bererong? Terkadang orang salah persepsi tentang keberadaan bererong dan menganggapnya
seperti tuyul. Walaupun mereka punya hoby yang sama yaitu mencuri,tetapi antara
keduanya adalah sangat berbeda.
Dari literasi yang pernah saya baca bahwa tuyul adalah
sebangsa mahluk gaib yang berwujud anak kecil gundul yang bertubuh pendek.
Karena merupakan mahluk gaib maka tidak semua orang bisa melihat wujudnya. Menurut
rumor di masyarakat bahwa mahluk gaib ini berasal dari roh bayi korban
aborsi,benar ngak ya? Mahluk gaib ini adalah peliharaan seseorang yang berambisi untuk menjadi kaya secara
cepat. Jadi mahluk ini punya tugas kusus atau disuruh untuk mencuri uang oleh
pemeliharanya.
Sedangkan bererong juga merupakan mahluk gaib tetapi berwujud
ular. Menurut cerita orang-orang tua jaman dahulu bererong itu juga bisa mengubah
wujudnya menjadi manusia. Dia dapat mengubah wujudnya menyerupai salah satu
anggota keluarga dimana ia tinggal. Yang paling sering dia mengubah wujudnya
menjadi suami ketika si suami tidak ada di rumah atau menjadi berwujud istri ketika istri orang yang
memeliharanya tidak ada dirumah. Masih menurut cerita orang-orang tua pada
zaman dahulu bahwasanya bererong ini selain bertugas mencari uang untuk
keluarga dimana ia tinggal tetapi dia juga mengawini keluarga tersebut,karena
dia bisa berubah wujud menjadi istri atau menjadi suami.
Tuyul disebut sebagai peliharaan yang penurut sedangkan
bererong belum tentu menjadi peliharaan, malah terkadang dialah yang memelihara
keluarga tersebut. Menjalin hubungan dengan mahluk gaib seperti bererong,kata
orang-orang itu sangat berisiko tinggi, karena dapat mengancam keselamatan
manusia bila keinginannya tidak terpenuhi. Coba bandingkan karakter anak kecil
dengan karakter ular di dunia nyata! Mana yang lebih berbahaya? Tapi yang
namanya mahluk gaib tetap saja membawa resiko,jadi jangan pernah berhubungan
dengan kedua mahluk tersebut!
Masih kata orang-orang tua zaman dahulu,karakter bererong
ini sangat kuat mempengaruhi keluarga yang ditinggalinya. Keluarga tersebut
akan mengagung-agungkan bahkan memuja mahluk tersebut laksana Dewa. Rumahnya
akan bercirikan atau bernuansa ular atau naga.
Pembaca yang budiman,dengan adanya desas-desus ada bererong
banyak warga yang percaya kalau memang
benar desanya diteror oleh bererong. Sekarang tinggal mencari kambing hitamnya
siapa kira-kira dalang di balik peristiwa tersebut,begitu kira-kira pikiran
warga.
Namun perlu diingat bahwa Negara kita adalah Negara hukum
jadi jangan sembarangan menuduh atau memfitnah orang lain jika tidak ingin
tersangkut masalah hukum.
Karena kasus seperti ini dirasa sulit untuk dibuktikan
kebenarannya,dan kita hanya bisa menduga-duga maka jalan yang terbaik adalah
selalu waspada jangan lengah dalam menaruh harta benda yang dapat memancing niat
orang lain untuk berbuat kurang baik. Jadi untuk menghindari teror bererong hati-hatilah membawa uang.
Terlepas dari itu ada solusi lain yang ini datangnya dari
teman saya kalau ada peristiwa seperti itu agar menaruh cermin atau boleh juga
jarum,rambut juga boleh di tempat penyimpan uang. Ada lagi yang menyarankan
yaitu sebelum uang disimpan sebaiknya uang itu digigitin terlebih dahulu,entah
apa maksudnya tetapi menurut hemat saya menggit uang itu tidak higienis dan
berbahaya karena ada banyak kuman di sana. Kan uang itu beredar dan gantian orang
yang memegangnya. Kalau uang banyak sebaiknya di simpan di Bank lebih aman dan
dapat bunga.
Saran lain juga datang dari teman yang usianya tergolong
sepuh,agar membawa selembar pelepah daun kelapa yang ditarik di halaman rumah dari
barat ke timur dan dari utara ke selatan.,katanya sih untuk mengusir
mahluk-mahluk seperti di atas. Kalau ada yang ingin mencobanya, silahkan!
Demikianlah pembaca yang budiman,kisah yang saya tulis
berdasarkan pengalaman nyata di desa saya,semoga apa yang saya tulis ada
manfaatnya. Kalau ada yang mau berbagi saran atau pengalaman silakan tulis
komentar di bawah ini.
Ok,Salam sehat bahagia selalu dalam lindungan Tuhan.
Komentar
Posting Komentar