Jenis Mahluk Halus Yang Ada Di Sekitar Manusia Berdasarkan...

Orang-orang tua jaman dahulu memang bijaksana, mereka tahu bahwasanya manusia tidak sendiri hidup di bumi ini. Mereka tahu bahwa ada banyak bentuk kehidupan yang menyerupai kehidupan manusia. Hanya saja alamnya yang berbeda, mereka menyebutnya dengan wong samar atau mahluk halus. Menurut penuturan orang-orang tua (maaf saya masih mengingat-ngingat semoga tidak keliru dalam menyebutkan), wong samar atau mahluk halus dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu:

1. Gamang sukanya tinggal di tebing dan jurang juga kuburan  suka di tempat yang sunyi penampilannya agak menyeramkan bisa berubah-rubah bentuk dan warna, Mahluk ini sangat jarang terlihat.
2. Bakek biasanya tinggal di kawasan sepanjang aliran sungai bisa menyerupai bentuk manusia tapi dia bisa berubah-rubah bentuk dan warna dan  sangat jarang menunjukkan diri.
3. Tonya biasanya tinggalnya di ladang atau tegalan,semak-semak,batu besar atau pohon besar adalah tempat paporitnya. Menyerupai bentuk manusia akan tetapi ada ciri khasnya yaitu dibagian antara atas bibir dan bawah hidung tidak ada cekungannya seperti  manusia umumnya.
4. Memedi suka tinggal di teba (halaman belakang rumah) di halaman rumah, dan rumah kosong, jenis ini juga bisa tinggal di kawasan umum. Jenis ini yang paling dekat dengan   kehidupan manusia dan yang paling persis menyerupai manusia dan sering menampakan diri malah kadang suka menyamar seperti orang yang kita kenal.
Seperti halnya manusia,mereka juga ada yang bertabiat baik dan ada juga yang bertabiat buruk. Umumnya mereka tidak akan mengganggu kehidupan kita jika kita tidak mengusik kehidupan mereka. Tetapi ada juga yang suka jahil mungkin maksudnya bercanda tetapi  itu tidak membahayakan.
Mahluk halus yang urutan 1 dan 2, jika lingkungannya terusik maka akan langsung membalas dengan hukuman fisik yang lumayan berat.
Yang nomor 3 jika tak sengaja menginjak, menabrak saat berjalan di tegalan atau pas berpapasan dengan mereka, kena oleh alat yang kita gunakan ketika bekerja di tegalan atau tak sengaja kena lemparan batu yang kita gunakan misalnya saat melempar manga,maka mereka langsung membalas dengan hukuman fisik. Misalnya jika tak sengaja menginjak (biasanya anaknya) maka kaki kita tampa sebab tiba-tiba sakit dan bengkak atau padahal berjalan baik-baik malah terkilir. Bila tak sengaja mereka kena lempar maka tangan kita tampa sebab yang jelas akan keseleo atau bengkak.
Solusinya adalah mendatangi tempat kejadian perkara disana mohon maaf dan mohon disembuhkan,sambil membawa sesaji (bisa canang) disertai jajanan pasar.
Sedangkan nomor urut 4 bila kita memperlakukan dengan baik,artinya kita menghargai dan menghormati keberadaannya maka kehidupan kita dengan mereka tidak akan ada masalah. Sama seperti kita hidup bersama tetangga kita harus saling pengertian. Tapi bila mereka terganggu maka mereka akan membalas secara psikologis. Mereka bisa membuat keluarga berantakan,kehidupan di keluarga menjadi tidak rukun. Dan selalu menemui kesusahan dan kesialan.
Solusi agar kita hubungan kita harmonis yaitu dengan rajin bersembahyang memohon keselamatan dan perlindungan kepada Hyang Maha Kuasa.  Dan selalulah berperilaku yang positif.
Orang-orang tua jaman dahulu tidak ingin berurusan dengan mereka,karena mereka sadar betul kalau berurusan dengan mereka dapat membahayakan,apalagi mereka tidak kasat mata. Maka dari itu untuk menjaga keharmonisan kehidupan manusia dengan mahluk-mahluk halus tersebut.  Masyarakat di desa saya kerap menghaturkan sesajen berupa canang,mungkin juga bisa dalam bentuk makanan di tempat-tempat yang dianggap angker atau tempat-tempat yang diyakini mempunyai kekuatan magis. Maksudnya adalah sebagai pernyataan kalau kita ingin berdamai dengan mereka,kita menghormati keberadaan mereka, tujuannya agar diantara kita dan mereka hendaknya tidak saling mengganggu.
Catatan : sumber materi di atas hanya berdasarkan cerita orang yang kebetulan saya ajak berbincang-bincang, tidak menggunakan sumber tertulis. Perlu diingat nama-nama mahluk halus tersebut di setiap desa atau tempat mungkin nama dan pemahaman masyarakat tentang mereka juga dapat berbeda-beda. Bila ada pembaca yang mempunyai reperensi tentang ini bisa konfirmasikan kepada saya guna membuat postingan ini menjadi lebih baik.
Demikianlah  pembaca itulah "jenis makluk halus yang ada di sekitar manusia berdasarkan pemahaman masyarakat di sekitar saya". Semoga postingan ini dapat menghibur dan bermanfaat bagi kita semua.
Ok,salam sehat bahagia selalu dalam lindungan Tuhan!

Komentar

Postingan Populer