Pada Suatu Sore di Halaman Sekolah

             Waktu itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar,kalau tak salah baru kelas IV. Biasanya sepulang sekolah teman-teman saya ngumpul di halaman sekolah untuk bermain sepak bola. Seperti biasa saya datang lebih awal,sambil menunggu teman-teman,saya bermain pasir di bak pasir tempat yang biasa digunakan untuk olahraga lompat jauh dan lompat tinggi.
            Sampai sore teman-teman saya kok belum ada satupun yang datang. Tapi saya semakin sore semakin asik bermain pasir seorang diri. Semakin sore entah kenapa ada perasaan sangat senang berada di tempat itu. Sementara hari sudah mulai gelap,tapi saya masih senang sekali bermain pasir sendirian.Tampa saya sadari ada suara yang datang dari depan saya persis berdiri 1 meter jaraknya dari tempat saya bermain.Remang-remang saya melihat paman saya berdiri sambil memegang canang sari (sesajen yang dibuat sedemikian rupa dari daun janur kuning dan bunga)paman saya bertanya,"ngapain disini? ikut bapak mebanten yuk,ke sawah!" cuma bilang itu lalu paman saya berjalan menuju sawahnya sang jaraknya dari tempat saya bermain kurang lebih 1,5 kilo meter jauhnya.
            Ternyata hari itu adalah "Kajeng Kliwon" (hari yang sakral bagi Umat Hindu di Bali) Saya mengikuti paman saya berjalan kurang lebih 3 meter jaraknya di belakang beliau. Selang beberapa lama sampailah kami di tempat tujuan. Saya biarkan paman saya melakukan aktivitasnya,sementara hari sudah mulai gelap.
            Saya tunggu beberapa lama tapi paman saya kok belum balik ke tempat saya,padahal jalan kembali pulang ke rumah mesti melalui tempat saya berdiri. Akhirnya saya panggil-panggil nama paman tapi tidak ada sahutan. Mata saya memutari areal persawahan akan tetapi paman tidak di ketemukan.
            Akhirnya saya pulang sendiri,dengan berusaha berjalan dalam kegelapan agar tidak terperosok dalam lubang atau tercebur ke dalam selokan.Akhirnya saya sampai di rumah sudah malam. Setiba di rumah saya tidak menemukan paman. Oya,sejak kelas dua sekolah dasar saya tinggal bersama paman. Kata bibiku paman sedang pergi ke suatu desa sejak tadi sore untuk mengobati orang yang sakit,karena paman saya adalah seorang dukun. 
        Saya tidak penah mengungkit-ngungkit lagi peristiwa pada malam tersebut,apalagi menanyakannya kepada paman. Akhirnya sayapun melupakannya.
            Sampai akhirnya saya mengingatnya kembali berselang kurang lebih 34 tahun lamanya. Saya baru nyadar.kalau paman pergi ke suatu desa yang jaraknya  cukup jauh dari desa saya, lalu siapa yang mengajak saya ke sawah untuk mebanten?

Komentar

Postingan Populer