Benda Jadi-jadian Awas Berhati-hatilah Bila Bertemu Dengannya
Pernahkah anda mendengar cerita orang
tentang benda-benda biasa di sekitar anda pada suatu ketika menjadi tidak biasa
atau tidak masuk akal karena suatu hal? Atau bertemu hewan liar yang bertingkah
tidak semestinya? Mungkin anda masih bingung mengenai apa yang saya maksudkan,
baiklah akan saya ceritakan tentang pengalaman Beli Nyoman seorang kenalan paman
yang sering datang ke rumah almarhum paman saya.
Kejadiannya
sebenarnya sudah lama yaitu tahun 1985, Beli Nyoman biasanya sering berkunjung ke
rumah paman, selain untuk berobat juga terkadang hanya untuk ngobrol-ngobrol
saja. Kalau sudah ngobrol biasanya sampai lupa waktu. Padahal jarak rumah
mereka terpaut jauh, lebih dari 13 kilo meter.
Pada
suatu hari Beli Nyoman berkunjung ke rumah paman padahal hari menjelang petang,
mungkin ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan. Seperti biasa merekapun
terlibat dalam obrolan yang seru. Seperti biasa pula saya pun ikut bersama
mereka sekedar mendengarkan apa yang mereka obrolkan. Waktu itu saya baru duduk
di kelas IV sekolah dasar, jadi waktu itu saya tidak terlibat dalam obrolan
tetapi hanya menjadi pendengar yang baik.
Karena
malam sudah larut Beli Nyoman pun mohon diri untuk pulang ke rumahnya. Paman
saya menyarankan agar kenalannya itu mengurungkan niatnya untuk pulang
ke rumahnya dan disarankan untuk menginap di rumah paman. Alasan paman karena
malam sudah larut takutnya Beli Nyoman mengantuk,
mengingat jalan yang dilaluinya berkelak-kelok
di perbukitan. Kemudian juga akan melalui jalan sempit berbatu di celah
perbukitan yang menuju rumahnya.
Rumahnya
berdiri di tegalan di perbukitan, jadi masuk akal jika paman saya menyarankan
Beli Nyoman agar menginap. Pertimbangannya yang lain adalah karena hari itu
kebetulan Kajeng Keliwon yang merupakan hari keramat bagi kami di Bali.
Tetapi
Beli Nyoman itu bersikeras untuk kembali ke rumahnya, dengan alasan sudah bilang
sama istrinya kalau dia tidak akan menginap. Akhirnya Beli Nyoman pun pulang ke rumahnya.
Keesokan
harinya Beli Nyoman datang lagi menemui paman di rumah, kali ini datang untuk malukat (menyucikan diri dengan media
air bunga dan mantra-mantra) agar
hatinya tenang sebab semalam dia mengaku
gundah. Beli Nyoman pun menceritakan peristiwa yang dialaminya semalam.
Menurut
dia, setelah melewati jalanan berliku akhirnya dia melalui jalan sempit berbatu
(belum diaspal) jalan sempit itu juga merupakan sungai mati yaitu jika musim
hujan , maka jalanan berbatu ini akan banjir, sebab jalan ini merupakan tempat aliran
air yang datang dari perbukitan. Jalan sempit ini memang berada diantara
perbukitan walaupun bukit yang tidak begitu tinggi, di kanan-kiri jalan
merupakan tegalan.
Awalnya
dia melihat ada sepeda motor melaju searah dengan laju motornya hanya dibatasi
pagar hidup, tetapi anehnya sepeda motor itu melaju sendiri di tegalan dan tanpa
penunggangnya. Beli Nyoman sadar kalau
ada yang mengganggu perjalanannya tetapi ia berbuat seolah-olah tidak melihat
sepeda motor jadi-jadian itu. Beberapa meter kemudian sepeda motor ajaib itu
pun lenyap dari pandangan.
Tetapi
ketika jarak rumahnya kurang lebih tinggal 800 meter lagi dia merasakan sepeda
motornya ada yang aneh dan sedikit bergoyang. Kemudian dia menoleh ke spion dan melihat
lampu belakang motornya tidak berfungsi. Karena penasaran dia menghentikan motornya dan
menoleh kebelakang, ternyata ada mahluk yang memegang atau menutup lampu
belakang motornya. Mahluk itu berbonceng menghadap kebelakang sambil
berpegangan pada lampu belakang motornya.
Beli
Nyoman membiarkan mahluk itu duduk menghadap kebelakang sambil kedua tangan
mahluk itu menutupi lampu motornya Beli Nyoman, Kemudian Beli Nyoman
menjalankan motornya kembali dengan melebihi kecepatannya tadi. Kemudian dia
mengerem motornya secara tiba-tiba dan mahluk itupun terjatuh kemudian lenyap
dari pandangan.
Beberapa
meter kemudian kali ini mahluk itu malah berboncengan tetapi tangannya
berpegangan pada pundak Beli Nyoman. Tangan itu berbulu, rupanya adalah monyet
jadi-jadian.
Karena
merasa benar Beli Nyoman menjadi kesal, di jalan yang agak rata dia meraih
tangan monyet tersebut sementara tangan satunya masih memegang stang sepeda
motor. Monyet itu dihempaskan ke tanah, dan monyet itu pun lenyap dari
penglihatan.
Sampai
di rumah dia menceritakan pengalamannya kepada istrinya dan istrinya menyarankan agar suamiya tidak lagi melalui jalan itu bila malam sudah larut.
Pembaca
yang berbahagia, kisah yang lain datangnya dari ipar saya. Pada salah satu
postingan saya pernah mengutarakan kalau ipar saya pernah bekerja di sebuah
bungalow di kawasan Candidasa Karangasem Bali. Pada suatu malam dia baru pulang dari bekerja, dia
melalui jalan yang sepi, tidak ada rumah penduduk di sepanjang tiga ratus meter di jalan itu. Tiba-tiba ada
kelapa yang jatuh di pinggir jalan sebelah kanan, kelapa itu menggelinding
menyebrang jalan. Secara ilmu Fisika seharusnya benda itu terhenti, karena
landasannya meninggi dan tidak rata. Akan tetapi kelapa itu malah menggelinding
naik mendaki perbukitan kecil di pinggir jalan sebelah kiri ipar saya. Kelapa itu terus mendaki menerobos semak
belukar di atas bukit kecil itu.
Sadar
kalau kelapa yang dilihat tadi bukanlah sembarang kelapa, ipar saya pun
berbalik, memutar arah mencari jalan alternatife lain.
Sebenarnya
bukan dari ipar saja saya mendengar tentang kelapa yang aneh, saya juga pernah
mendengar cerita teman yang katanya malam-malam pernah diikuti oleh kelapa yang
menggelinding. Secara logika tidak mungkin ada kelapa yang mengikuti atau
mengejar sepeda motor padahal jalannya menanjak makanya teman saya memacu
motornya buru-buru meninggalkan tempat itu.
Pembaca
yang budiman, almarhum nenek saya pernah menasehati saya, jika pada tengah
malam di halaman atau tegalan ada kelapa yang jatuh,sebaiknya jangan di dekati
atau diambil bisa berbahaya katanya. Mungkin saja itu benda jadi-jadian awas berhati-hatilah bila bertemu dengannya, lebih baik carilah nanti pada pagi harinya karena
itu akan jauh lebih aman. Nah, saya
yakin rekan pembaca pasti pernah mendengar atau bahkan pernah mengalami seperti
kisah di atas mungkin bisa di sare di sini. Tinggalkanlah komentar di bawah ini!
Akhir kata saya ucapkan terimakasih sudah membaca postingan ini.
Ok,salam sehat berbahagia selalu dalam lindungan Tuhan!
Komentar
Posting Komentar