Mimpi Berpengaruh Juga Terhadap Baik Buruk Dalam Kehidupan
Pembaca yang budiman
kali ini saya akan memposting tentang
pengalaman mimpi saya. Mimpi dalam hal ini bukanlah yang bermakna kiasan,tetapi yang saya maksudkan adalah
mimpi disaat kita tertidur.
Mimpi
bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang luar biasa, karena setiap orang dari
kecil pasti sudah terbiasa bermimpi.
Lalu apa hebatnya postingan ini? Tidak ada yang hebat,saya hanya ingin berbagi
pengalaman siapa tau diantara pembaca pernah mengalami peristiwa seperti saya.
Dulu
sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah menengah atas, saya pernah membaca buku
tentang arti mimpi misalnya bila bermimpi tentang orang mati artinya akan mendapat
rejeki. Mimpi buang air besar artinya akan mendapat malu dan sebagainya. Serta saya
pernah membaca sebuah artikel tentang makna mimpi berdasarkan waktu bermimpinya
misalnya bila bermimpi pukul 19.00 sampai pukul 21.00 disebut bunga tidur yang
tak bermakna sama sekali. Saya juga pernah membaca sebuah majalah bahwa ada penelitian yang menyatakan latar budaya, bangsa, ras dan pola pikir seseorang juga menentukan mimpinya. Misalnya orang china lebih sering bermimpi tentang naga dari pada orang arab. Orang kota lebih banyak bermimpi tentang mobil,pesawat bahkan wanita daripada orang desa,demikian saya tidak ingat lagi lanjutannya sebab sudah lama
saya membaca artikel tersebut.
Yang
paling saya ingat adalah bahwa ada mimpi yang bersifat intuitif,adalah mimpi
yang mengandung makna tertentu, yah…seperti teka-teki yang perlu kita pecahkan artinya.
Misalnya
bila anda bermimpi naik gunung,biasanya berkaitan erat dengan karir atau
jabatan anda sedang naik. Bila dalam pendakian ada yang menghalangi atau
mempersulit anda mendaki gunung,berarti karir atau jabatan anda akan
mendapatkan masalah. Bila mimpi mempunyai mobil baru ada kemungkinan anda akan
pindah bertugas. Mimpi naik gunung dan punya mobil baru sudah pernah saya buktikan dan kebetulan tepat.
Baiklah
pembaca yang budiman agar tidak ngelantur sekarang saya akan ceritakan tentang pengalaman
mimpi saya, Kenapa saya harus ceritakan mimpi saya? Karena mungkin diantara
pembaca pernah mengalami mimpi yang tidak lazim ini sehingga kita bisa saling saring
dan dapat mengambil hikmahnya.
Awal kisahnya begini, saya pernah bekerja dan
ngekos di Denpasar, tempat kos saya adalah sebuah rumah tua. Pada awalnya saya mempunyai tetangga kos di kamar sebelah, dan sudah empat kali gonta-ganti orang atau
gonta-ganti tetangga. Tetangga saya yang terakhir adalah serang polisi bersama
keluarganya.
Tetapi
kemudian tetangga saya itu pun pindah ke tempat kos yang lebih bagus . Praktis jadinya
saya tinggal sendirian di rumah tua yang terdiri dari 3 kamar tidur dan 1 kamar
tamu tersebut. Setelah tetangga sebelah pindah saya merasa sangat kesepian,
bila sore pulang dari kerja tidak ada teman yang bisa diajak ngobrol.
Karena
merasa sepi sendiri setiap malam saya kerap membuka jendela membiarkan angin
malam masuk ke kamar saya. Lalu saya
menaikan sebelah kaki di jendela sambil melihat langit malam dan bintang-bintang.
Bila bulan purnama saya biarkan sinar bulan menerobos masuk ke dalam
kamar, lalu seperti biasa saya akan memandangi bulan tersebut sampai sayapun tertidur,
tak jarang saya lupa menutup pintu jendela.
Pada suatu
hari karena lelah pulang dari kerja,
saya tidur agak sore tetapi saya tidak membuka jendela seperti biasanya. Ditengah
malam entah kenapa saya terjaga dari tidur, saya mendengar dan merasakan seolah-olah banyak
orang yang berada di luar kamar mengepung rumah kos saya. Suara mereka sangat riuh. Saya
merasa bingung,takut juga sih. Keringat mengalir deras di badan, saya kemudian menarik
nafas dalam-dalam agar dapat menguasai diri dan mengingat-ingat apa sebenarnya
yang sedang terjadi. Saya masih dalam posisi tidur terlentang memasang telinga
baik-baik dan saya tidak mendengar suara apapun lagi. Saya tidak berani keluar
kamar untuk melihat apa yang terjadi,tapi saya memilih tetap tidur dalam posisi
semula. Menjelang subuh barulah saya bisa memejamkan mata dan terbangun hari sudah
terang..
Besok
malamnya tepat satu hari setelah
kejadian malam itu, saya tidur agak larut, saya mencoba merenungkan apa yang terjadi
semalam. Jendela yang biasanya setiap malam kerap saya buka kini saya kunci
rapat-rapat.
Tampa tahu
apakah saya sudah tertidur apa belum, sepertinya saya dalam keadaan setengah sadar yakni diantara bermimpi dan diantara tersadar, tiba-tiba ada sesosok orang yang berada di atas tubuh saya sampil memegang belati dan menekan
uluhati saya. Saya kaget dan berusaha memegang atau merebut belati itu agar tidak melukai tubuh saya. Uluhati saya terasa dingin dan sakit ditekan oleh belati itu. Dalam kegelapan saya melihat wajah orang itu
ternyata adalah seseorang yang tidak asing lagi bagi saya, orang yang tidak merestui
hubungan saya dengan pacar saya. Orang itu sangat saya hormati,sayapun bertanya,”pak
kenapa saya diginikan,apa salah saya?” Orang itu hanya nyengir sehingga giginya
yang putih kelihatan. Saya dapat melihat suasana kamar saya yang remang-remang
karena sinar lampu dari luar kamar menerobos masuk melalui pentilasi kamar. Sayapun
mendorong orang tersebut lalu saya berkelejat bangun, dan ketika saya memegangi
uluhati saya kok beneran sakit dan perih? Saya hidupkan lampu lalu melihatnya, syukurlah tidak ada bekas luka di sana. Keringat dingin deras membasahi tubuh. Saya
tidak dapat memejamkan mata kembali, hanya merenungi diri dan mencoba menerka-nerka apa
artinya peristiwa tadi.
Sejak
kejadian itu hulu hati saya tetap terasa sakit dan perih kemudian dada saya berdebar-debar. Pada
hari berikutnya ketika saya sedang berada di sebuah mall tiba-tiba dada saya
kembali berdebar keras dan kepala saya agak pusing,saya berjalan sempoyongan mencoba menggapai sesuatu yang bisa dipegang agar saya tidak terjatuh. Tubuh
terasa panas dingin dan keringat mengucur deras. Saya pikir masuk angin dan
pulangnya mencoba minum jamu anti masuk angin.
Saya
masih menjalin hubungan dengan pacar saya walaupun ada seseorang yang tidak
suka malah benci kepada saya,mungkin dikarenakan saya miskin.
Lama-kelamaan
saya sadar kalau saya sedang sakit, tubuh saya selalu panas dan keringat dingin
selalu membasahi tubuh. Entah kenapa saya seolah-olah merasa lingkungan sekitar
saya terasa aneh,saya bisa melihat orang lalu lalang tetapi kok merasa ada kaca
yang membatasi saya dengan orang-orang dan lingkungan sekitar saya, entahlah saya sulit menjelaskannya di
sini. Saya seperti orang linglung,mungkin depresi,atau apalah namanya. Kalau
ada orang lain yang melihat gerak-gerik saya
pada saat berada dialun-alun mungkin orang tersebut akan bingung sendiri dibuatnya dan menganggap saya sudah tidak waras. Saya
seperti orang mabuk. Replek tubuh kok menurun sering kebentur atau berbenturan dengan orang atau
benda disekeliling saya. Kesana-kemari kok kaki saya melangkah ngawur, tidak ada tujuan. Tetapi saya beruntung Tuhan masih melindungi saya, saya masih bisa menyadari apa yang terjadi walaupun saya juga tahu kesadaran itu terasa sangat menurun bila dibandingkan dengan kondisi sebelum saya sakit.
Saya
pernah beberapa kali ke dokter,saya dibilang sakit Maag,dianjurkan untuk menjaga pola makan. Sedangkan beberapa teman saya menganjurkan
agar pulang kampung saja, untuk berobat dan melupakan atau menjauh dari pacar saya
untuk sementara waktu.
Akhirnya sayapun pulang kampung, saya
berobat alternative (balian)
serta menggunakan obat herbal.
Empat
bulan saya di kampung dan saya berkomunikasi dengan pacar hanya lewat telepon.
Akhirnya demi kesehatan dan kehidupan, saya betekad pokoknya harus
berpisah,kemudian saya ke Denpasar lagi hanya untuk putus secara baik-baik.
Setelah
putus dan saya tinggal di kampung malah sakit saya sering kambuh,tiba-tiba saya
sering ingin nangis tapi malu dah seumur gini nangis dan kadang merasa
ketakutan. Kata paman saya harus sabar,harus pelan-pelan karena membutuhkan
proses.
Saya
rajin berobat alternative kebetulan paman saya adalah balian (orang yang bisa menyembuhkan penyakit), Saya juga rutin melukat (proses penyucian lahir batin
dengan media air bunga dan matra-mantra)
serta saya rajin membuat loloh (minum air rebusan buah mengkudu) terkadang juga
jus daun papaya.
Setelah
berjalan beberapa bulan pada suatu malam yang dingin saya bermimpi, dalam mimpi
itu saya berada dalam sebuah lorong yang gelap, kedua lengan saya dipegang oleh dua orang
yang tidak saya kenal,kedua orang itu berjubah hitam dan wajah mereka tidak
terlihat karena jubah mereka langsung menutupi kepala mereka. Kami tidak berjalan tetapi melayang hanya beberapa jengkal dari
tanah. Sepertinya dua orang yang membawa saya adalah malaikat dan batin saya
mengatakan kalau kedua orang tersebut
beragama Kristen. Dari kegelapan lorong akhirnya sampailah pada ujung lorong,dan terhamparlah pemandangan yang idah yang disinari cahaya bulan purnama. Oleh kedua orang tersebut saya di bawa menuju
pemandangan yang luas yang temaram seperti pemandangan pinggiran kota dalam suasana malam yang penuh cahaya bulan. Kedua
orang tersebut tidak berkata-kata hanya menunjukan pemandangan yang luas
tersebut.
Entah
kenapa saya merasakan hati yang lebih tenang. Setiap malam menjelang tidur saya
pun berdoa memohon keselamatan dan lindungan Yang Maha Kuasa. Ini kebiasaan
saya sejak remaja yang sempat saya lupakan.
Berjalan
beberapa minggu pada suatu malam purnama sehabis sembahyang saya masuk kamar
lebih awal sambil membaca-baca majalah. Karena ngantuk sayapun tertidur entah
berapa lama saya tertidur tiba-tiba ada orang tua yang berdiri di pinggir dipan
berpakaian adat Bali serba putih seperti seorang pemangku (orang suci umat
Hindu) orang tua itu menjulurkan tangannya kepada saya, dan sayapun menyambut tangan
orang tua itu kemudian saya di tarik agar
berdiri dan sayapun terjaga.
Beberapa
hari kemudian saya merasakan kesehatan saya berangsur-angsur mulai membaik.
Dari mimpi itu kita tahu selain usaha yang kita lakukan ternyata ada campur
tangan yang lain yakni Hyang Maha Kuasa telah memberikan kita kesembuhan.
Pengalaman
tentang mimpi yang yang berkesan lainnya adalah ketika saya melamar pekerjaan pada
tahun 2008. Sebenarnya harapan saya sangat tipis dan orang-orang banyak yang
meragukan kalau saya akan memperoleh pekerjaan yang sangat penting itu
mengingat yang dibutuhkan Cuma 300 orang akan tetapi yang melamar jumlahnya ribuan.
Saya tau usaha juga memerlukan doa, saya sangat yakin itu,dan memang terbukti.
Pada suatu malam saya lupa hari apa itu,saya bermimpi sangat menakjubkan, saya
mimpi bertemu dengan Sang Budha. Sang Budha adalah Pribadi yang sangat saya
kagumi. Saya merasakan sensasi bahagia yang sangat luar biasa. Sang Budha
meraih pundak saya dan sayapun menyentuh tanganganNya lalu saya terjaga.
Beberapa minggu kemudian ternyata saya lulus dan memdapatkan pekerjaan itu.
Sedangkan
pengalaman mimpi saya yang lain yaitu pada tahun 2011 saya menyuruh tukang
untuk memperbaiki atap dapur saya yang bocor. Karena saya ada kesibukan yang lain,
saya tidak menunggui tukang saya bekerja seorang diri. Pada malam harinya
sehabis nonton acara tv saya pun tidur. Dalam tidur saya sebenarnya bermimpi
ngalur-ngidul tapi kemudian mimpi saya itu buyar. Tiba-tiba saya merasakan kaki saya
seperti ada yang menarik-narik sambil berkata celana…celana… cuma itu saya
lagsung terjaga dan bangun dari tempat tidur. Ah, mungkinkah ini mimpi? Tapi
saya seperti nyata tadi merasakan kaki saya ada yang menarik-narik. Saya lihat
istri saya sedang tidur pulas. Saya coba menerka-nerka apa maksud atau makna mimpi saya
itu.
Keesokan
paginya sehabis mandi saya hendak menjemur celana dalam, saya bingung tempat
jemuran khusus celana dalam kami tidak ada. Jemuran itu hanya terbuat dari
sebilah kayu reng sisa reng atap rumah dahulu. Saya cek di atap dapur dan benar
saja rupanya ada reng atap yang patah lalu tukang itu tampa sepengetahuan saya
menggantinya dengan kayu jemuran khusus celana dalam tersebut. Tampa pikir
panjang saya menurunkan reng tersebut dan menggantinya dengan kayu yang lain.
Pada
malam yang berbeda karena anak kami masih balita kami tidurnya menyalakan
lampu. Saya tidur menghadap ke atas,baru beberapa menit saya melihat ada dua
anak kecil bergelantungan bermain memegang lampu kamar saya.
Saya
kaget dan berteriak awas jangan nanti kesetrum. Mungkin istri saya mendengar
saya berteriak lalu membangunkan saya sembari bertanya kepada saya ada apa. Selang beberapa menit kok lampu
kamar saya padam. Beruntung saya mempunyai stok bola lampu dan segera saya
mengganti lampu yang padam itu. Lampu di kamar tidur sayapun menyala kembali.
Beberapa
menit kemudian kok malah lampu di luar kamar saya sekarang tiba-tiba padam. Karena tidak
ada stok bola lampu lagi maka lampu yang padam tersebut saya perbaiki keesokan
harinya.
Nah
pembaca yang budiman,kalau berbicara tentang mimpi mungkin tidak akan ada
habis-habisnya. Tak banyak yang dapat saya sampaikan hanya satu yang ingin saya katakan,
bahwa mimpi bukan hanya bunga tidur,bukan hanya pengalaman bawah sadar yang
mengemuka kembali saat kita tidur,akan tetapi ada juga mimpi yang bermakna dan
berhubungan langsung dengan kehidupan kita.
Demikian pembaca yang budiman semoga apa yang saya ceritakan ada manfaatnya. Terimakasih telah membaca postingan ini. Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah ini! Ok,saalam sehat bahagia selalu dalam lindungan Tuhan!
Komentar
Posting Komentar