Misteri Pembongkaran Kuburan Sebuah Cerita Kelam Dari Desa

               Sekitar tahun 2016 desa sebelah dihebohkan oleh sebuah kasus yang cukup menyita perhatian public di daerah setempat. Sudah puluhan tahun kejadian semacam ini tidak pernah terjadi. Tetapi belakangan ini kasus itu muncul kembali ke permukaan,menjadi buah bibir masyarakat sekitarnya. Tentu saja ini mengejutkan sebab kejadian seperti ini tergolong langka. Kasusnya yaitu ada sebuah kuburan di bongkar.  Itu adalah kuburan baru yang sehari sebelumnya ada jenasah yang dikuburkan.
                Pihak keluarganya sudah melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Penyelidikan pun dilakukan,namun tidak menemukan titik terang,semuanya masih berselimut misteri.
                Dari cerita penduduk desa dan berdasarkan pengalaman sebelumnya, bahwa pembongkaran kuburan dilakukan oleh duratmaka (maling) yang mengincar harta benda yang ikut dikuburkan bersamaan dengan jenasahnya. Seperti uang dan benda berharga lainnya termasuk gigi emas yang masih melekat pada jazad orang yang meninggal.
                Dalam kasus ini tidak ada indikasi yang mengarah kesitu. Yang hilang hanya itik-itik,yaitu benang pengikat kedua jempol tangan dan kaki jasad,sehingga berbagai penapsiranpun bermunculan. Mengingat wanita yang meninggal tersebut dikuburkan pada hari Jumat Keliwon.
                Kebanyakan orang beranggapan pembongkaran dilakukan oleh orang yang menekuni ilmu hitam, atau mungkin orang biasa yang terobsesi dengan hal-hal mistis.  Menurut mereka pencurian itu adalah untuk jimat entah sebagai jimat apa.
                Mendengar kasus di atas saya jadi teringat dengan cerita almarhum mertua saya. Walaupun kasusnya sama akan tetapi motivasinya berbeda. Almarhum mertua saya pernah bercerita kepada saya, dahulu semasa jaman pendudukan Belanda sekitar tahun 1930 an, masyarakat mengalami kemiskinan yang amat sangat. Jangankan punya uang, makanpun kata mereka jarang-jarang.  Hingga terpaksa banyak rakyat yang menjadi pencuri.
                Pada masa itu listrik belum ada masyarakat menggunakan penerangan dari minyak kelapa dan biji jarak, maklum desa terpencil. Pembaca, bisa dibayangkan betapa gelap dan mencekamnya kehidupan malam hari pada masa itu.
                Pada masa itu yang namanya ilmu hitam sangatlah marak. Menurut almarhum mertua saya baru pukul 20.00 mahluk-mahluk jadi-jadian sudah bergentayangan dan bergelantungan di atap rumah,di pohon dan sebagainya. Walaupun malam sangat mencekam tidak mengurungkan niat para pencuri untuk beraksi.
                Pada masa itu almarhum mertua saya masih kecil, usianya baru 7 tahunan. Ketika matahari baru saja tenggelam, sekelompok orang berkumpul di sebuah rumah. Mereka adalah sekelompok spesialis pencuri ternak dan pencuri kubur. Jam terbang mereka sudah tinggi,tiap orang mempunyai peran masing-masing.
                Pada hari itu mereka berkumpul karena mendapat inpormasi dari sumber mereka kalau ada yang meninggal di desa tetangga. Mereka sudah berkumpul untuk menyusun rencana. Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan maka merekapun mulai bergerak.
                Tidak seperti biasanya mereka melakukan aksinya dengan mudah,kali ini mereka mengalami kendala sebab kuburan itu dijaga oleh banyak orang yang bersenjata tajam. Ternyata yang meninggal adalah tokoh penting. Mereka menjaganya selama 42 hari.
                Pada masa itu belum ada pengawet mayat,jadi selama 42 hari jasad yang dikuburkan sudah borok. Kok mereka tidak merasa takut dan jijik? Ih…membayangkannya saja saya sudah ngeri. Kok mereka tega melakukan itu,apakah tidak takut akan dosa?
                Kabarnya orang-orang yang menjadi kelompok maling tersebut adalah orang-orang pilihan, yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai jimat atau orang yang berilmu tinggi,kalo tidak demikian jika yang meninggal jimatnya lebih tinggi maka bila jasad dibuka dari bungkus kainnya, si maling bisa kaku berdiri atau pingsan.
                Hem,betul-betul sisi kehidupan manusia yang kelam dan terkutuk…
                Semenjak kemerdekaan dan ekonomi masyarakat mulai meningkat, tidak ada lagi ditemukan kelompok yang menjadi pencuri. Pemerintah sepertinya telah berhasil dengan program pendidikannya yang menyentuh sampai ke pelosok-pelosok desa.
                Peran pendidikan punya andil besar dalam memajukan pembangunan desa sehingga perekonomian masyarakatnyapun meningkat. Perekonomian meningkat tentu saja kesejahteraan masyarakatnyapun meningkat. Hingga sangat kecil kemungkinannya orang mencuri apa lagi sampai membongkar kuburan karena kelaparan.
                Bercermin dari cerita almarhum mertua saya juga mengingat perekonomian masyarakat sekarang yang sangat jauh meningkat serta jaman sekarang tidak ada lagi yang mengubur harta benda bersama dengan jasad yang dikubur, maka kecil kemungkinannya kasus yang saya sebutkan di atas dilatari oleh faktor ekonomi. Maka kecendrungannya adalah didasari oleh factor yang bersifat mistis. Tetapi hingga saat ini kasus itu masih belum terpecahkan sehingga merupakan"misteri pembongkaran kuburan sebuah cerita kelam dari desa".
                Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, kok masih juga ada yang melakukan hal-hal mistis tersebut,padahal kita tau itu bertentangan dengan Kuasa Tuhan. Mereka lupa bahwa, dosa tetap diperhitungkan dan Karma Phala (hukum sebab akibat) tetap berjalan, lambat-laun apa yang mereka perbuat pasti akan menerima ganjarannya.
                Demikianlah pembaca yang budiman,semoga kita dijauhkan dari perbuatan terkutuk seperti ini. Semoga Yang Maha Kuasa selalu menunjukkan jalan yang terang kepada kita semua.
                Terima kasih sudah membaca postingan ini,semoga postingan ini bermanfaat untuk kita semua.
                Ok,salam sehat bahagia selalu dalam lindungan Tuhan!

Komentar

Postingan Populer