Ngeleak Salah Satu Hobby Nyeleneh Yang Masih Digemari Hingga Kini
Yang namanya hobby biasanya sih mengikuti
jaman, tapi yang satu ini walaupun jaman sudah berubah tetapi para penghobbynya
masih ada loh, sampai sekarang. Walaupun tak banyak tapi hal itu cukup
membuktikan kalau mereka masih tetap
eksis.
Hobby
apakah yang saya maksudkan, tak lain adalah hobby ngeleak. Istilah ini mungkin agak asing terdengar ditelinga generasi
milenial seperti sekarang, akan tetapi konon pada jamannya hobby ini lumayan
digandrungi bukan hanya oleh kalangan tua semata tetapi juga oleh kaum mudanya
saat itu.
Ngeleak aatau ngereh
merupakan sebuah ritual penerapan dari aliran ilmu hitam yang pada mulanya
bertujuan negative yaitu untuk menakuti dan mencelakai orang lain. Yah penganutnya
terdiri dari orang-orang yang sakit hati
semacam itulah.
Sehingga
pada jaman kerajaan Airlangga di Jawa Timur ada cerita yang sangat digandrungi
oleh masyarakat, bukan hanya oleh masyarakat Jawa pada waktu itu,tetapi juga
oleh masyarakat Bali, yaitu cerita Calonarang.
Cerita
ini dilatari oleh rasa sakit hati dan dendam dari seorang janda dari desa Girah
karena anaknya tidak ada yang meminang (perawan tua). Janda dari desa Girah itu
lebih dikenal dengan sebutan Rangdeng Girah. Di Bali sampai sekarang cerita
calonarang ini sering dipentaskan dalam bentuk teater yang penuh aura magis.
Seperti yang saya sampaikan di atas bahwa
ritual ngeleak atau ngereh merupakan penerafan dari ilmu hitam yang dilatari sahit hati
untuk mencelakai orang lain. Tapi perkembangan selanjutnya ternyata ritual
ngeleak bukan hanya untuk mencelakai orang, tetapi menjadi sebuah hobby yang
mengasikkan semacam kegiatan bersosialisasi semacam itulah kira-kira.
Menurut
cerita masyarakat ternyata orang yang menekuni aliran ilmu hitam ini banyak
sehingga mereka punya perkumpulan dan pengurus yang mengadakan pertemuan secara
rutin di tempat-tempat yang sudah mereka sepakati. Kegiatan mereka kayaknya
lebih mirip club malam, kenapa demikian, karena aktivitasnya memang
malam-malam.
Mereka
melakukannya bukan untuk mencelakai orang tetapi untuk bersenang-senang. Pada
saat mereka berhasil ngeleak untuk mengubah wujudnya maka tidak akan ada lagi perbedaan usia, semuanya
tampak sama. Yang sudah tua renta bisa terlihat muda dan cantik atau ganteng. Kata
orang-orang sih mereka kadang melakukan sex bebas malah ada yang sampai
mempunyai anak yang orang-orang tua dahulu menyebutnya Bebai (anak hasil perkawinan gaib). Kalau di diskotik ada
lampu-lampu disko, pada jaman dahulu mereka dapat membuat itu karena tubuhnya
dapat mengeluarkan cahaya.
Jika
menjelang subuh pesta selesai mereka akan kembali ke dalam kehidupan normalnya
masing-masing. Pernah ada cerita lucu seorang
pemuda jatuh cinta pada pasangannya di alam gaib tersebut, dia tau
ciri-cirinya ketika besoknya bertemu, ternyata pasangannya itu adalah seorang
nenek-nenek yang jualan tembakau di pasar hehe…tapi itu mungkin sekedar guyonan
kenyataannya sih saya tidak tahu, saya mendengar lelucon itu ketika saya masih
kecil, saya sering mendengarkan percakapan orang dewasa bersama teman-temannya.
Ketika
pendidikan sudah masuk ke desa dan listrikpun sudah masuk ke desa sehingga desa
menjadi terang-benderang saya piker kegiatan yang saya sebutkan di atas sudah
selesai alias punah. Dasar pertimbangan saya karena jaman sekarang sudah ada
televisi yang menghibur kita siang dan malam, sudah ada hand phone untuk
berkomunikasi hingga tak perlu lagi melakukan kegiatan nyeleneh seperti itu.
Ternyata dugaan saya salah, ternyata hingga saat ini masih saja ada orang yang
melakukan itu. Ini dibuktikan oleh orang-orang yang secara kebetulan bertemu
atau memergoki orang yang melakukannya. Seperti apa yang dituturkan oleh
almarhum ayah mertua saya berikut ini.
Suatu
malam di musim kemarau, mertua saya bermaksud untuk mengecek saluran irigasi di
sawahnya. Beliau berjalan kaki menyusuri jalan beraspal sejauh satu setengah kilometer
dari rumah menuju sawahnya.
Ketika
tiba disebuah pertigaan jalan ia melihat sesuatu yang ganjil, sepertinya ada
sekelompok orang di tengah jalan entah apa yang mereka lakukan. Ketika sudah
dekat beliau melihat beberapa wanita hanya mengenakan kamben dengan rambut
panjang tergerai kedepan menutupi wajah mereka sehingga mertua saya tidak dapat
mengenali wajah-wajah mereka.
Perempuan-perempuan
tersebut membawa sanggah cukcuk
(tempat mempersembahkan sesaji yang terbuat dari bilah-bilah bambu). Selain
membawa sanggah cukcuk mereka juga membawa sidi (saringan beras) dalam sidi itu
berisi beras dan uang kepeng. Mereka melakukan gerakan berputar –putar dan
berjingkat di tengah jalan.
Karena
berbeda kepentingan mertua saya hanya lewat di samping mereka. Begitu beberapa
langkah melewati kelompok orang tersebut,
mertua saya menoleh ke belakang ternyata mereka sudah tidak ada.
Beberapa
hari kemudian kembali mertua saya pergi ke sawahnya untuk mengecek saluran
irigasi. Mengingat musim kemarau air di sawah menjadi kecil. Untuk menghindari
berebut air di siang hari makanya pada saat malamlah waktunya mengairi sawah.
Sepanjang
jalan mertua saya tidak menemukan keanehan. Sesampai di sawah ternyata airnya
sangat kecil, sehingga perlu mencari air ke hulu agar air dapat mengalir ke
sawahnya.
Sesampainya
di hulu, mertua saya hendak membongkar tumpukan sampah yang menutupi saluran
irigasi yang menuju sawahnya. Begitu lompat turun ke saluran air dan
hendak meraih sampah tersebut, alangkah
kagetnya mertua saya karena ada sesosok orang yang duduk di atas sampah
tersebut dengan rambut panjang tergerai menutupi wajahnya.
Mertua
saya sangat jengkel dan marah, maka dijambaklah rambut orang tersebut ke
belakang agar wajahnya terlihat. Orang tersebut melakukan perlawanan, rambutnya
dipelintir oleh mertua saya beberapa saat kemudian orang itu tidak ada dari
hadapan mertua saya. Ketika orang itu
menghilang barulah mertua saya sadar bahwa orang yang tadi bukanlah manusia biasa. Ketika
pulang mertua saya mengalami sakit perut
yang hebat.
Saksi
berikutnya yang kebetulan berjumpa dengan orang yang hendak ngeleak atau ngereh adalah ipar
saya. Ipar saya bekerja di sebuah Bungalow di kawasan Candidasa. Untuk mencapai
tempatnya bekerja dia melewati beberapa desa dengan jalan beraspal yang sempit dan
berkelok-kelok serta jalannya
naik-turun.
Pada
suatu malam yang larut di tahun 2017, ipar saya baru pulang dari bekerja. Dia
menyusuri jalan yang biasa dilewatinya, tiba di ujung desa depan kuburan desa
tersebut di kejauhan ia melihat sesuatu yang bagi dia tidak lazim. Dia melihat seorang perempuan paruhbaya tampa baju
sehingga susunya kelihatan. Rambutnya tergerai tetapi kebelakang sehingga ipar
saya dapat melihat wajahnya dengan jelas. Perempuan itu berkamben putih sebatas
lutut tangannya memegang sanggah cukcuk.
Ipar
saya menghentikan motornya, membiarkan perempuan itu lewat beberapa meter di depannya. Dengan
sinar lampu motornya dia melihat perempuan itu masuk ke areal kuburan. Kemudian
ipar saya pun memacu motornya meninggalkan tempat itu.
Nah
pembaca yang budiman dari cerita mertua dan ipar saya di atas, kiranya dapat ditarik
kesimpulan bahwasanya walaupun kehidupan ini sudah maju, toh yang namanya kegiatan
seperti itu masih bisa kita jumpai, entah apa motivasinya apakah sekedar
hobby, mungkin bisa dianggap "ngeleak salah satu hobby nyeleneh yang masih digemari hingga kini". Ataukah mungkin mereka ingin melestarikan warisan nenek moyang, atau entah apa, hanya
mereka yang tau. Tapi ingat pembaca kita harus hati-hati dan selalu waspada jika
bertemu dengan orang yang akan melakukan ngereh atau ngeleak, karena bisa membahayakan keselamatan kita. Bila mereka sudah menjadi leak konon mereka dapat berubah wujud menjadi berbagai bentuk. Dapat berubah menjadi benda,binatang atau mahluk-mahluk yang menyeramkan bila kita penakut, kita bisa dibuat lari terkencing-kencing. Itu sangat berbahaya jika lari malam-malam tidak mengenali medan trus larinya membabi buta,wah...bisa dibayangkan bukan?
Saran saya berdasarkan petuah dari orang-orang tua jaman dahulu, jika kita kebetulan memergoki orang yang akan ngelekas (proses akan menjadi leak) sebaiknya kita menghindar saja. Kita tidak usah mengganggunya kalau kita tidak ingin diganggunya. Masing-masing punya urusan sendiri-sendiri. Dan yang lebih bijak lagi hendaknya jangan suka keluyuran malam-malam kecuali memang bekerja atau ada alasan yang sangat penting, karena malam adalah dunia mereka.
Baiklah pembaca yang budiman,terimakasih sudah membaca dan mengunjungi blog ini. Semoga kita senantiasa dianugrahi keselamatan dan kesehatan dari-Nya.
Ok,salam sejahtera bahagia selalu dalam lindungan Tuhan!
Komentar
Posting Komentar